Netbook = Intel Atom ?


Banyak kalangan memperkirakan  pangsa pasar dan konsumen netbook akan terus bertambah dan bertambah dari tahun-tahun sebelumnya. Banyak juga konsumen baru yang awalnya adalah pengemar laptop standar menjadi beralih ke  laptop yang lebih mungil ini. Ada juga konsumen netbook baru yang awalnya tidak ingin membeli laptop sama sekali karena keterbatasan dana, menjadi bisa membeli laptop dikarenakan harga netbook yang semakin miring dan saling bersaing.

Netbook yang berasal dari gabungan dua kata yaitu notebook dan internet, memang pada awalnya disajikan untuk konsumen laptop yang mempunyai mobilitas tinggi dan membutuhkan koneksi internet tanpa harus membawa laptop dengan berat dan ukuran laptop yang cukup besar. Intel Atom yang sangat berpengaruh dalam perkembangan netbook merupakan salah satu yang pertama mengenalkan istilah netbook pada konsumen laptop. Netbook juga merupakan salah satu varian laptop murah yang paling sukses di pasaran hingga kini. Kesuksesan netbook tidak lepas dari ide-ide brilian dari para pengembangnya dan juga karena harganya yang sangat terjangkau. Walaupun netbook punya cukup banyak kelebihan, seperti beratnya yang ringan, bentuknya yang kecil, dan fitur-fitur lainnya, tetap saja ada kendala dari sebagian konsumennya yang mengeluhkan kenyamanan pemakaian untuk jangka waktu yang lama, dikarenakan layarnya yang kecil dan keyboardnya yang mungil.

Fakta-fakta singkat diatas mewarnai perjalanan netbook hingga awal tahun 2009 ini, peran netbook pun berbeda-beda dalam perkembangannya. Sebagian konsumen ada yang menjadikannya sebagai second laptop, ada pula yang menjadikannya main laptop.

Perkembangan processor

Intel Atom

Atom merupakan processor paling sering dipakai dan paling sukses dalam mengangkat “brand” netbook ke permukaan. Kami tidak tau apa yang dipikirkan Intel saat membuat processor ini pertama kali. Karena bak gayung bersambut, setelah Intel mengeluarkan Atom ke pasaran, seketika itu juga netbook seolah mendapat “jet pribadi” yang sangat cepat mengantarkan netbook ke puncak tertinggi di kategori penjualan laptop.

Hampir seluruh produsen netbook menanamkan Intel Atom disetiap netbook yang mereka buat. Bukan tanpa alasan, karena Atom telah mempelopori penggunaan processor kecil yang hemat energi tanpa mengesampingkan performa pemakaian. Terbukti netbook-netbook dengan Atom didalamnya cukup handal menjalankan berbagai aplikasi standar dari netbook. Berikut tabel dari beberapa jenis Atom yang akan meramaikan bursa netbook processor di tahun 2009

No. Nama Spesifikasi Perkembangan Tahun 2009
1 Intel Atom N270 1.6 Ghz 512 KB Cache 533 Mhz FSB
Desain Listrik 2.5W
Chipset Intel 945GC atau 945GSE
Graphic Intel GMA 950
Intel belum mengumumkan perubahan untuk produk ini di tahun 2009.
2 Intel Atom Z500 – Z540 800 Mhz (Z500) hingga 1.86Ghz (Z540)
512 KB Cache 400/533 Mhz FSB
Desain Listrik 0.64W – 2.4W
Chipset US15W + Graphic Power VR.
Gabungan Intel Atom Zxx dan chipset tipe ini lebih hemat listrik dibanding N270. Tahun 2009 akan muncul pilihan netbook dengan spesifikasi ini. Dimulai dengan Dell Inspiron Mini 12, diikuti oleh MSI U115 Hybrid, dan lainnya.
Umur baterai akan lebih panjang.
3 Intel Atom 230 1.6Ghz 512 KB Cache 533 Mhz FSB
Desain Listrik 8W.
Chipset Intel 945GC / 945GSE
Graphic Intel GMA 950
Intel Atom 230 dan 330 adalah untuk Nettop (desktop kecil dan murah). Akhir 2009, Intel berencana mengupdate Atom ini dengan koneksi internal baru bernama Intel QuickPath dan tidak lagi menggunakan Front Side Bus. Sistem grafis juga akan ada peningkatan. Kode prosessor baru ini adalah Pineview.
4 Intel Atom 330 1.6Ghz 512 KB Cache 533 Mhz FSB
Dual Core
Desain Listrik 8W.
Chipset Intel 945GC / 945GSE
Graphic Intel GMA 950

Seperti dapat dilihat pada tabel diatas ada sejumlah Atom yang diperkirakan akan terus dikembangkan di tahun ini. Dan kemungkinan terbesar yang akan menjadi penerus kejayaan dari Atom adalah seri Z yang sampai saat ini telah dipakai oleh Dell dan MSI untuk line-up netbook terbaru mereka. Walaupun spec dari seri Z sudah lumayan tinggi, namun untuk saat ini rasanya masih berat bila processor ini harus menjalankan Windows 7. Dan ini yang akan menjadi tantangan besar Intel kedepannya.

VIA dan AMD

VIA yang sudah lebih dulu memperkenalkan dirinya lewat VIA low voltage di HP mininote 2133 dan ION Portiva 7300AH terlihat begitu serius berusaha untuk menyaingi dominasi Atom. Dan tahun ini akan menjadi ajang pembuktian VIA dengan melepas chip terbarunya yaitu VIA Nano. Pihak VIA mengklaim bahwa processor terbarunya ini akan mempunyai performa diatas Atom. Dan tentunya VIA menjamin untuk pemakaian energi yang lebih kecil dari rival terkuatnya tersebut.

Walaupun terdengar ketinggalan untuk ikut di tren netbook, AMD ternyata tidak benar-benar ketinggalan dengan rencananya yang akan segera merilis processor untuk netbook. Pasalnya selama ini ternyata AMD tengah menggarap sebuah processor netbook yang tidak hanya mengandalkan keiritan baterai, namun juga memaksimalkan kemampuan grafisnya. Sehingga bisa saja AMD punya andil besar untuk merebut pasaran yang semula milik Atom, karena sampai saat ini Intel sama sekali belum punya processor netbook yang dapat memaksimalkan kemampuan grafis seperti milik AMD sekarang. Didaulat menjadi wakil AMD di kancah netbook, processor bernama platform Yukon ini akan memakai chip berkode Conesus.

Display dan resolusi

Pada dasarnya sebuah laptop mempunyai dua permasalahan umum, jika terlalu besar dia akan berat, namun jika terlalu kecil maka kenyamanan akan berkurang. Terdengar klise namun cukup dilematis sebenarnya untuk memilih laptop yang ideal untuk seseorang. Tapi meruntut dari yang sudah-sudah, dari sekian banyak pengalaman para pengguna netbook, ukuran 8-10 inch adalah ukuran yang paling pas. Pas saat dibawa, maupun pas saat digunakan.

Di tahun 2009 ini isu-isu mengenai perubahan layar terjadi pada sektor resolusi dan rasio. Karena banyak dari para produsen netbook yang mulai mencoba-coba menggunakan layar dengan resolusi maupun rasio yang beragam. 1024×600 sudah bukan menjadi patokan lagi, ada beberapa netbook yang menggunakan resolusi 1024×576 yang didesain agar nyaman saat menonton DVD. Ada juga VAIO P yang menggunakan resolusi 1600×768. Namun ada juga sejumlah produsen netbook yang akan memproduksi netbook dengan ukuran layar 11-12 inch untuk para konsumen yang tidak terlalu betah dengan ukuran netbook standar yang cukup kecil.

Windows 7

Dirilis untuk melengkapi Windows Vista, Windows 7 didapuk untuk mengemban tugas penting menyajikan fitur-fitur dan layanan yang tidak sempat dihadirkan di Windows Vista. Karena pertimbangan tersebut, maka Microsoft berjanji untuk tidak menuntut kapasitas hardware yang terlalu tinggi, malahan bisa dibilang sama dengan kebutuhan hardware pada Windows Vista.

Yang menjadi persoalan adalah, apakah produk terbaru dari Microsoft ini akan dipakai di netbook? Mengingat Microsoft dipastikan tidak akan melepas Windows 7 dengan harga miring. Namun bisa juga Microsoft membuat edisi murah dari Windows 7 untuk netbook. Masih jadi tanda tanya besar apakah netbook akan merasakan Windows 7 atau tidak.

Touchscreen

Touchscreen menjadi isu yang lumayan santer di kalangan penggemar netbook, pasalnya di tahun ini mulai bermunculan banyak laptop yang akan mengadaptasi fitur touchscreen. Seperti Intel Classmate Third Generation yang sudah dilengkapi dengan pen dan layar sentuh.

Kembali ke Windows 7, fitur touchscreen ternyata juga sudah dihembuskan di sistem ini. Bahkan bukan hanya touchscreen, namun multi touch yang dapat menditeksi lebih dari satu sentuhan dalam waktu bersamaan.

3G

Sesuai dengan namanya, internet dan notebook. Tentu saja arah perkembangan netbook tak pernah lepas dengan internet. Dan tahun 2009 ini akan menjadi tahun kebangkitan laptop 3G mini. Dan konsumen yang paling beruntung karena dengan membawa netbook saja, istilah “dunia dalam genggaman” akan menjadi benar-benar nyata. Tak perlu lagi mencari tempat-tempat hotspot ber wi-fi. Karena netbook kini telah dilengkapi dengan modul 3G yang sudah terintegrasi didalamnya. Wabah ini telah dimulai pada netbook Aspire One dan Mini 9 yang sudah menyertakan integrated 3G didalam mesinnya.

Storage dilema

SSD yang pada awal peluncurannya sangat ditanggapi postif oleh pasar netbook yang kemudian banyak produsen netbook memakainya pada produk-produk mereka harus sedikit gigit jari karena konsumen menjadi berpikir dua kali karena harga yang ditawarkan dan kapasitas storage yang didapat tidak sebanding dengan apa yang mereka inginkan. Memang sedikit beresiko untuk produsen netbook memasangkan SSD pada netbook mereka. pertama karena harga yang jauh lebih mahal. dan kedua, untuk SSD dengan harga terjangkau hanya dibekali kapasitas yang sangat kecil. Oleh karena itu beberapa waktu lalu sempat penggunaan SSD pada netbook mulai menurun.

Namun tidak menutup kemungkinan penggunaan SSD pada netbook akan bertambah lagi di 2009, seiring harga SSD yang semakin terjangkau dan semakin banyak pula perusahaan yang memproduksi SSD.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: